BERITA - bulutangkis.infogue.com -
KUALA LUMPUR, JUMAT - Federasi bulutangkis dunia (BWF) berencana mengubah peraturan dalam pelaksanaan Piala Thomas dan Uber. Perubahan ini untuk mencegah terulangnya kasus tim Korea Selatan di Jakarta.
Dalam perebutan Piala Thomas dan Uber di Jakarta, Mei 2008, tim Piala Thomas Korea Selatan sengaja menurunkan tim lemah untuk menghindari lawan berat di babak perempat-final. Saat menghadapi Inggris dan Malaysia di keualifikasi grup, mereka menurunkan tim "aneh" saat pemain tunggal diturunkan di partai ganda, begitu pun sebaliknya.
BWF menyebut kasus ini dapat membuat reputasi Piala Thomas dan bulutangkis menjadi merosot di mata para peminatnya. Para pemain dapat dianggap melakukan penipuan terhadap para penonton.
Sekretaris Jenderal BWF, Stuart Borrie menyebutkan pihaknya berencana menutup lubang-lubang yang memungkikan hal tersebut terulang lagi. "Kita tidak bisa menyalahkan pelatih atau manajer tim. Sudah ada peraturan dan tim-tim yang bertanding cenderung mencari peluang yang menguntungkan mereka."
"BWF dan seluruh anggotanya menginginkan hal ini ditinjau ulang. Kami menginginkan undian dilakukan hingga babak final yang membuat setiap tim tidak memiliki peluang untuk sengaja mengalah," kata Borrie.
Ia juga menyebut kasus yang terjadi pada tim INggris. "Kami juga peduli dengan kasus di mana tim Inggris tidak menurunkan tim terbaik, karena ingin fokus ke olimpiade Beijing," lanjutnya. "Kita menginginkan Piala Thomas dan Uber menjadi ajang tim yang terbaik. Kita akan lihat perkembangannya di pertemuan eksekutif di Lausanne bulan depan."